Tunggakan SPP adalah tagihan SPP dan biaya sekolah lain yang sudah melewati jatuh tempo tetapi belum dibayar. Biasanya dihitung per siswa dan per tahun ajaran, dari total yang ditagihkan dikurangi total yang sudah dibayar, untuk tagihan yang jatuh temponya sudah lewat.
Cara menghitung
Untuk satu siswa: jumlahkan tagihan yang jatuh temponya sudah lewat, lalu kurangi pembayaran yang sudah masuk untuk tagihan itu. Untuk satu sekolah: jumlahkan sisa tunggakan semua siswa. Banyak yayasan juga memantau rasio tunggakan, yaitu sisa tunggakan dibagi total yang ditagihkan dalam periode yang sama.
Penyebab yang paling umum
- Wali tidak tahu bahwa ada tagihan yang belum dibayar.
- Pengingat dikirim ke semua wali, sehingga yang sudah membayar merasa terganggu dan yang belum ikut mengabaikan.
- Pembayaran sudah dilakukan tetapi belum tercatat, sehingga data tunggakan tidak dipercaya.
- Keluarga sedang kesulitan ekonomi dan membutuhkan jalur keringanan.
Yang terbukti membantu
Di sekolah pengguna pertama Lentera, sisa tunggakan per tahun ajaran turun dari rata-rata Rp20,2 juta menjadi Rp1,86 juta pada tahun penuh pertama. Yang berubah: setiap pembayaran langsung tercatat dan dikonfirmasi ke wali, pengingat hanya dikirim ke wali yang memang belum lunas dengan rincian tagihannya, dan sekolah memegang data tunggakan yang bisa dipercaya. Contoh pesan pengingatnya ada di panduan menagih SPP lewat WhatsApp.
Sisa tunggakan per tahun ajaran
SPP dan biaya kegiatan, di sekolah pengguna pertama
Di Lentera
Lentera menghitung sisa tagihan setiap siswa dari pembayaran yang tercatat lewat mutasi bank, dan menyusun pengingat WhatsApp hanya untuk wali yang belum lunas. Panduan menekan tunggakan SPP.