Kas yayasan adalah catatan uang milik yayasan penyelenggara sekolah, dipisahkan dari kas sekolah sebagai unit. Kas sekolah menampung penerimaan dan pengeluaran operasional harian, sedangkan kas yayasan menampung dana yang dikelola pengurus, seperti setoran dari unit, donasi, dan dana pembangunan.
Kenapa dipisah
- Akuntabilitas: pengurus yayasan mempertanggungjawabkan dana kepada pembina, donatur, dan wali murid.
- Kejelasan: kepala sekolah mengelola anggaran unit tanpa bercampur dengan dana yang menjadi kewenangan yayasan.
- Pelaporan: laporan keuangan yayasan sebagai entitas nonlaba di Indonesia mengacu pada ISAK 335 (sebelumnya ISAK 35), yang menuntut pemisahan aset berdasarkan pembatasannya.
Arus yang umum
SPP dan biaya kegiatan masuk ke rekening sekolah. Sebagian disetorkan ke yayasan sesuai kebijakan, misalnya untuk dana pembangunan atau cadangan. Setoran itu tercatat sebagai pengeluaran di kas sekolah dan penerimaan di kas yayasan, dengan nominal yang sama.
Kesalahan yang sering terjadi
Kedua kas dicatat di satu file Excel tanpa penanda yang jelas, sehingga saldo yayasan baru diketahui setelah direkap ulang. Atau setoran hanya dicatat di satu sisi, sehingga kedua saldo tidak pernah cocok. Contoh laporan yang memisahkan keduanya ada di panduan laporan keuangan sekolah swasta.
| Tgl | Uraian | Masuk | Keluar | Saldo |
|---|---|---|---|---|
| 3 Okt | Sewa kantin Oktober | 1.500.000 | 13.950.000 | |
| 5 Okt | ATK kelas 4 | 780.000 | 13.170.000 | |
| 7 Okt | Penerimaan SPP | 18.000.000 | 31.170.000 | |
| 10 Okt | Listrik September | 2.340.000 | 28.830.000 | |
| 14 Okt | Setor ke kas yayasan | 10.000.000 | 18.830.000 | |
| Saldo per 14 Oktober | 18.830.000 | |||
Di Lentera
Lentera memisahkan Kas Sekolah, Kas Yayasan, dan penerimaan Lain-lain dalam satu jurnal. Pengurus yayasan melihat saldo dan arus kasnya dari dasbor, dengan akses sesuai perannya. Kas & laporan yayasan.