Asesmen sumatif adalah penilaian untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran di akhir satu lingkup materi atau periode. Dalam Kurikulum Merdeka dikenal sumatif lingkup materi (SLM), sumatif tengah semester (STS), sumatif akhir semester (SAS), dan sumatif akhir tahun (SAT).
Sumatif dan formatif
Asesmen formatif dipakai selama proses belajar untuk memberi umpan balik dan memperbaiki pembelajaran. Asesmen sumatif dipakai untuk menyimpulkan hasil belajar dan menjadi dasar nilai rapor.
Arti SLM, STS, SAS, dan SAT
- SLM (Sumatif Lingkup Materi): penilaian di akhir satu lingkup materi atau satu kelompok tujuan pembelajaran. Dalam satu semester bisa ada beberapa SLM per mapel, dan nilainya menjadi bahan utama deskripsi rapor.
- STS (Sumatif Tengah Semester): penilaian di tengah semester. Sebagian sekolah menulisnya ASTS.
- SAS (Sumatif Akhir Semester): penilaian di akhir semester ganjil. Sebagian sekolah menulisnya ASAS.
- SAT (Sumatif Akhir Tahun): penilaian di akhir tahun ajaran, menggantikan SAS di semester genap.
Jadi kalau di jadwal sekolah tertulis "STS dan SAS", artinya ujian tengah semester dan ujian akhir semester versi Kurikulum Merdeka.
Bobot
Sekolah menentukan bobot setiap jenis untuk menghitung nilai akhir. Contoh komposisi: SLM 50%, STS 20%, SAS 30%. Dengan bobot itu, siswa dengan rata-rata SLM 88, STS 80, dan SAS 84 mendapat nilai akhir 85,2.

Di Lentera
Lentera menyimpan jenis penilaian dan bobotnya per mapel dan kelas, lalu menghitung nilai akhir setiap siswa dari nilai yang diinput guru. Nilai, absensi & rapor.